Berikut disajikan 5 perilaku menyimpang yang kerap ditunjukkan oleh siswa dalam belajar di sekolah.
1.Sering minta izin meningggalkan kelas
Siswa
sering minta permisi meninggalkan kelas. Baik yang belajar dengan guru tentu
namun juga untuk semua guru yang mengajar di kelas itu. Ada yang benar-benar meninggalkan
kelas karena keperluan penting.
Namun tidak jarang karena malas belajar atau alasan mengusir rasa ngantuk.
Namun tidak jarang karena malas belajar atau alasan mengusir rasa ngantuk.
2.Bolos belajar
Bolos
artinya meninggalkan kelas atau sekolah tanpa
izin ketika jam belajar masih berlangsung. Mampir di kantin atau keluyuran di
pasar serta tempat keramaian lainnya.
Mengapa mereka bolos? Karena mereka memang malas belajar. Nah, perilaku ini justru merugikan diri siswa itu sendiri.
Mengapa mereka bolos? Karena mereka memang malas belajar. Nah, perilaku ini justru merugikan diri siswa itu sendiri.
3.Sering datang terlambat
Mengapa
sering datang terlambat? Mungkin karena malas bangun lebih cepat. Semestinya
kalau jarak rumah jauh dengan sekolah, siswa bangun agak lebih pagi. Siswa yang
masuk kelas terlambat sering mengganggu konsentrasi belajar siswa yang lain.
4.Malas mengerjakan tugas atau pekerjaan rumah
Pekerjaan
rumah (PR) yang diberikan guru memiliki tujuan tertentu. Namun siswa ada yang
malas atau tidak sempat mengerjakannya di rumah. Masih mendingan kalau mereka
mengerjakannya di sekolah walaupun itu bukan PR namanya.
Demikian
5 perilaku menyimpang yang sering ditunjukkan siswa dalam belajar.
Mudah-mudahan menjadi bahan diskusi buat kita semua.
5.Suka mengganggu teman sedang belajar
Mengganggu
teman di samping tempat duduk termasuk perilaku menyimpang yang dilakukan
siswa. Ini sekaligus akan mengganggu proses belajar keseluruhan. Cara mereka
menganggu pun bermacam-macam.
Ada yang mencolek teman yang lagi asyik belajar, mengajak teman di samping mengobrol, sampai membuat lelucon yang sesungguhnya tidak lucu.
Ada yang mencolek teman yang lagi asyik belajar, mengajak teman di samping mengobrol, sampai membuat lelucon yang sesungguhnya tidak lucu.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar